Wednesday, June 17, 2009

Detik-detik terabai


Detik-deti yang terabai

Di sini adanya dua kuntum mawar yang terluka
Luka hatinya dan luka jiwanya
Sekuntum mawar putih tampak seakan air yang jernih
Manakala sekuntum lagi mawar merah yang lukanya kian mengalir

Keduanya di depan mataku
Mana satukah harumnya yang ku hidu?
Lantas ku renggut mawar putih bersih
Ku jadikan hiasan kepala
namun harumnya telah pun hilang diabai waktu
Melihatka mawar merah yang kian segar mekar dengan darah
ku renggut pula ia menjadi hiasan jiwa

Wahai mawar putih ku, kau hanya berselindung dibalik
kesucianmu yang telah lama terhakis oleh masa
tinggal karam menanti di depan kelopakmu yang bakal gugur sayang

Aku sekian lama memikirkan dan hingga kini aku masih memegang
tangkai mawar merah yang kian menusuk menembusi kulit jiwaku
Asal sahaja ku merima detik-dekit yang telah terabai
sebagai pakaian dikala dukaku…

1 comment:

Till The End said...

Dalam sungguh maknanya..Aku sngat suka tulisan ko :)..